Tanah di Kecamatan Sawangan adalah aset investasi "emas" yang sedang diburu pengembang dan investor individu. Valuasi tanah di koridor Jalan Raya Sawangan dan Muchtar telah berubah dari harga tanah kebun menjadi harga tanah komersial premium, setara dengan beberapa wilayah di Tangerang Selatan. Ketersediaan lahan yang masih luas di lapis kedua jalan raya menjadikan Sawangan lumbung land bank yang produktif. Investor tidak hanya mengincar kenaikan harga tanah (capital gain), tetapi juga potensi bisnis dari wisata alam di sekitar situ (danau) yang banyak tersebar di wilayah ini.
Optimasi pencarian tanah dijual di Sawangan Kota Depok sangat spesifik. Jalan Raya Muchtar adalah zona merah untuk tanah komersial ruko dan restoran franchise. Kawasan Pengasinan dan Bedahan menjadi target utama untuk tanah kavling cluster dan investasi jangka panjang. Di wilayah Pasir Putih, masih banyak tersedia tanah kebun produktif yang cocok untuk dijadikan villa pribadi atau agrowisata karena lingkungannya yang masih sangat alami.
Secara historis, Sawangan adalah sentra perkebunan karet dan buah-buahan (terutama Belimbing Dewa). Transformasi agraria menjadi urban terjadi sangat cepat seiring pembangunan infrastruktur. Lahan-lahan tidur yang dulunya tidak dilirik kini menjadi rebutan, terutama yang memiliki akses jalan lebar dan dekat dengan pintu tol, menandai era baru Sawangan sebagai kawasan properti bernilai tinggi.
