Tanah di Lebak Bulus adalah aset investasi dengan dua karakter berbeda. Di satu sisi, terdapat zona hunian dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) rendah yang menjaga lingkungan tetap asri (seperti di Bona Indah). Di sisi lain, terdapat zona komersial di sepanjang Jalan Adyaksa dan Karang Tengah Raya yang valuasinya meroket tajam karena perubahan fungsi menjadi area bisnis dan jasa. Investor memburu tanah di Lebak Bulus untuk pembangunan kantor butik, showroom, atau townhouse eksklusif, memanfaatkan momentum tingginya trafik di kawasan ini.
Optimasi pencarian tanah dijual di Lebak Bulus Jakarta Selatan sangat spesifik. Jalan Adyaksa Raya adalah zona merah untuk tanah komersial premium dekat stasiun MRT. Kawasan Karang Tengah menjadi target utama untuk kavling ruko & restoran serta cluster kecil. Di wilayah Pertanian dan Cirendeu Raya (perbatasan), masih terdapat peluang tanah darat luas untuk pengembangan hunian privat dengan suasana yang lebih tenang.
Secara historis, Lebak Bulus adalah kawasan lembah dan resapan air yang subur. Transformasi fungsi lahan terjadi seiring pembangunan Stadion Lebak Bulus (kini Depo MRT) dan Jalan Tol JORR. Lahan-lahan yang dulunya kebun dan empang kini telah berubah menjadi lahan komersial bernilai puluhan juta rupiah per meter persegi, terutama yang berada dalam radius jalan kaki (walking distance) ke stasiun.

Intiland