Pasar apartemen di Kecamatan Cilandak didorong oleh dua mesin ekonomi utama: CBD TB Simatupang dan Jalur MRT Jakarta. Kehadiran ratusan perusahaan multinasional (MNC) di sepanjang koridor Simatupang menciptakan permintaan sewa hunian vertikal yang tinggi dari tenaga kerja asing dan lokal berpenghasilan tinggi. Apartemen di Cilandak dikenal memiliki standar fasilitas bintang lima dan rental yield yang menarik (seringkali dipatok dalam USD). Selain itu, tren hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun MRT Fatmawati dan Lebak Bulus kini menjadi incaran utama investor milenial.
Pemetaan pasar apartemen dijual di Cilandak Jakarta Selatan terfokus di jalan protokol. Koridor TB Simatupang (South Quarter/Brisbane/Izzara) adalah pusat apartemen luxury dengan target pasar korporasi. Kawasan Fatmawati dan Cipete (Aspen/One Belpark) mendominasi pasar apartemen menengah-atas yang terintegrasi dengan mal dan MRT. Di Lebak Bulus, terdapat segmen apartemen transit (seperti Poins Square/BonaVista) yang menawarkan akses langsung ke depo MRT dan terminal antarkota.
Sejarah apartemen di Cilandak dimulai pada akhir 1990-an dengan proyek-proyek perintis seperti Cilandak Apartment dan BonaVista yang menyasar pasar sewa minyak dan gas (migas). Ledakan pembangunan terjadi pasca 2010 seiring dengan perubahan peruntukan TB Simatupang menjadi kawasan komersial dan dimulainya konstruksi MRT, mengubah skyline Cilandak menjadi metropolitan modern.
