Tanah di Kecamatan Kebayoran Baru adalah komoditas properti paling eksklusif dan langka (scarcity). Hampir tidak ada lahan kosong tersisa; transaksi biasanya melibatkan rumah tua (teardown house) untuk dibangun ulang. Fenomena paling mencolok adalah lonjakan valuasi tanah di kawasan Senopati, Gunawarman, dan Wolter Monginsidi yang berubah fungsi dari hunian tenang menjadi distrik komersial F&B (Food & Beverage) termahal di Jakarta. Investor berebut lahan di sini bukan hanya untuk capital gain, tapi untuk prestise memiliki aset di alamat paling hits di ibu kota.
Optimasi pencarian tanah dijual di Kebayoran Baru Jakarta Selatan sangat spesifik. Senopati dan Suryo adalah zona merah untuk tanah komersial (restoran/bar) dengan harga per meter tertinggi. Kawasan Prapanca dan Brawijaya menjadi target utama untuk kavling rumah mewah yang tenang. Di sisi Panglima Polim, tanah diincar untuk pengembangan boutique office atau ruko modern karena dekat dengan stasiun MRT Blok M.
Secara historis, tanah di Kebayoran Baru adalah perkebunan buah dan kampung sebelum dibuka oleh CSW. Tata guna lahannya sangat disiplin pada awalnya. Namun, dinamika kota dalam 20 tahun terakhir memaksa perubahan zonasi di beberapa koridor jalan utama menjadi komersial, yang secara drastis mengubah struktur harga tanah di wilayah ini.

Intiland