Kelurahan Lebak Bulus memiliki luas wilayah 4,11 km² dan kini menjadi salah satu kawasan hunian dengan kenaikan nilai properti (capital gain) tertinggi di Jakarta Selatan pasca beroperasinya MRT. Wilayah ini bertransformasi dari sekadar kawasan pinggiran elit menjadi pusat hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD). Kehadiran Stasiun MRT Lebak Bulus Grab menjadikan rumah-rumah di radius 1-2 km darinya memiliki nilai premium yang luar biasa. Demografi penghuni didominasi oleh kalangan old money, ekspatriat, dan eksekutif muda yang memprioritaskan efisiensi mobilitas ke Sudirman-Thamrin tanpa mengorbankan kenyamanan lingkungan yang hijau.
Dalam peta pencarian rumah dijual di Lebak Bulus Jakarta Selatan, zonasi pasar terbagi sangat jelas. Taman Bona Indah dan Bumi Karang Indah adalah zona "Ring 1" untuk pencarian rumah mewah klasik dengan jalan lebar dan lingkungan yang sangat tenang (quiet zone). Kawasan Adyaksa dan Lebak Lestari menjadi primadona bagi investor dan end-user yang mencari rumah dekat MRT dengan potensi komersial tinggi. Sementara itu, Karang Tengah menawarkan opsi rumah townhouse modern dan hunian tropis yang menjadi favorit keluarga muda karena dikelilingi oleh fasilitas kuliner dan sekolah internasional.
Sejarah perumahan di Lebak Bulus dimulai pada tahun 1980-an dengan pengembangan Taman Bona Indah yang dirancang sebagai kawasan hunian taman yang asri, jauh dari hiruk pikuk kota saat itu. Transformasi radikal terjadi pada dekade 2010-an saat pembangunan depo dan stasiun MRT dimulai, mengubah status kawasan ini dari "ujung Jakarta" menjadi "gerbang utama" mobilitas modern ibu kota.

Intiland