Dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah yang terus meroket, hunian vertikal menjadi solusi utama di Tangerang Selatan, terutama di koridor jalan protokol dan sekitar pintu tol. Tren apartemen di Tangsel sangat dipengaruhi oleh konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi langsung dengan Stasiun KRL (seperti di Rawa Buntu, Cisauk perbatasan, dan Jurangmangu). Selain itu, keberadaan lebih dari 15 perguruan tinggi ternama menjadikan pasar sewa apartemen sangat likuid dengan yield investasi yang menjanjikan dari pangsa pasar mahasiswa.
Pemetaan pasar apartemen dijual di Tangerang Selatan terbagi jelas. Kawasan Serpong (BSD) dan Alam Sutera adalah pusat apartemen premium dan high-end yang dekat dengan mal dan perkantoran. Bintaro Jaya mendominasi pasar apartemen terintegrasi stasiun (Bintaro Plaza/Xchange) bagi para komuter Sudirman-Thamrin. Kawasan Ciputat (Jl. Ir. H. Juanda) menjadi sentra apartemen mahasiswa karena kedekatan dengan kampus UIN dan akses ke Jakarta Selatan. Sedangkan Pamulang mulai tumbuh dengan apartemen mid-rise yang lebih terjangkau.
Sejarah apartemen di Tangsel mulai menggeliat signifikan pada awal 2010-an. Sebelumnya, wilayah ini didominasi rumah tapak. Pembangunan mixed-use development seperti Intermark, Bintaro Plaza Residences, dan apartemen di sekitar AEON Mall menandai era baru gaya hidup vertikal yang praktis. Pengembang kini berlomba-lomba menawarkan fasilitas lengkap (gym, pool, co-working space) untuk menarik minat generasi Z dan milenial yang mendominasi demografi kota.
