Kecamatan Sawangan memiliki luas wilayah 26,19 km² dan kini menjadi episentrum pertumbuhan properti paling agresif di Kota Depok. Pembukaan Tol Desari (Depok-Antasari) Seksi 2 dengan Gerbang Tol Sawangan telah membuka "gembok" aksesibilitas wilayah ini, memangkas waktu tempuh ke Cilandak/Antasari menjadi hanya 15-20 menit. Hal ini memicu lonjakan permintaan hunian dari kelas menengah atas Jakarta yang mencari alternatif rumah tapak dengan lahan luas namun tetap strategis. Pasar properti di Sawangan mencatatkan kenaikan harga (capital gain) tertinggi di Depok dalam 3 tahun terakhir, bertransformasi dari kawasan pinggiran menjadi destinasi hunian prestisius.
Dalam peta pencarian rumah dijual di Sawangan Kota Depok, zonasi pasar terbagi sangat dinamis. Shila at Sawangan dan sekitarnya (Jalan Raya Muchtar) adalah zona premium untuk pencarian rumah mewah konsep resort dan lifestyle living. Kawasan Bedahan dan Pasir Putih mendominasi pasar rumah cluster minimalis dan hunian pertama (first home) dengan harga yang masih terjangkau namun memiliki lingkungan yang asri. Sementara itu, Pengasinan menjadi incaran keluarga muda yang mencari rumah dekat wisata danau dengan suasana yang tenang dan hijau.
Sejarah perumahan di Sawangan dulunya didominasi oleh perkebunan belimbing dan hunian warga lokal yang menyebar. Era perumahan modern dimulai pada tahun 1990-an dengan hadirnya Telaga Golf Sawangan, yang menjadi pionir hunian elit di wilayah ini. Namun, ledakan sesungguhnya terjadi pasca 2019 saat tol beroperasi, di mana pengembang nasional masuk dan mengubah lahan eks-lapangan golf dan kebun campuran menjadi kota mandiri modern berskala internasional.
