Tanah di Kecamatan Gunung Putri adalah aset "mesin uang". Sebagai salah satu konsentrasi industri terbesar di Jawa Barat, permintaan akan lahan industri di sini tidak pernah surut. Valuasi tanah di zona industri (Wanaherang/Mercedes Benz) sangat tinggi dan stabil. Di sisi lain, tanah komersial di koridor Jalan Transyogi dan akses Tol Nagrak kini menjadi incaran investor ritel dan F&B. Ketersediaan lahan yang luas dan kontur yang relatif datar menjadikan Gunung Putri primadona bagi ekspansi pabrik maupun pengembangan cluster perumahan baru.
Optimasi pencarian tanah dijual di Gunung Putri Kabupaten Bogor sangat spesifik. Wanaherang dan Cicadas adalah zona merah untuk tanah pabrik dan gudang logistik. Kawasan Ciangsana (sekitar Kota Wisata) menjadi target utama untuk kavling komersial ruko dan showroom. Di wilayah Tlajung Udik dan Gunung Putri (Desa), investor properti menengah masih memburu tanah darat luas untuk pengembangan perumahan subsidi atau komersial pasar.
Secara historis, Gunung Putri adalah kawasan hutan dan perkebunan sebelum ditetapkan sebagai zona industri pada era 1980-an (ditandai dengan masuknya Indocement). Transformasi lahan terjadi masif, di mana bukit-bukit kapur dan tanah merah diratakan untuk menjadi fondasi pabrik-pabrik raksasa yang kini menopang ekonomi nasional.

Kalindo Land
MAS Group