Kecamatan Sukaraja memiliki luas wilayah 33,53 km² dengan karakteristik pasar hunian yang sangat kontras antara wilayah barat dan timur. Di sisi barat (Cilebut), kepadatan penduduk sangat tinggi karena keberadaan Stasiun KRL Cilebut yang melayani ratusan ribu komuter harian, menjadikan permintaan hunian tapak di sini sangat masif dan likuid. Di sisi timur (Sentul Selatan/Bogor Raya), pasar didominasi oleh hunian golf estate dengan lahan luas dan densitas rendah. Aksesibilitas ganda melalui Tol Jagorawi dan jalur kereta menjadikan Sukaraja lokasi paling fleksibel di Kabupaten Bogor untuk tinggal, baik bagi pengguna transportasi umum maupun kendaraan pribadi.
Dalam peta pencarian rumah dijual di Sukaraja Kabupaten Bogor, zonasi pasar terbagi sangat jelas. Cilebut Barat dan Cilebut Timur adalah zona merah pencarian rumah dekat stasiun dan cluster minimalis terjangkau (harga 300-600 jutaan). Kawasan Danau Bogor Raya dan Cimahpar (perbatasan) mendominasi pasar rumah mewah dan villa hunian dengan fasilitas lapangan golf. Sementara itu, Cijayanti dan Pasir Angin mulai dilirik untuk rumah nuansa alam dengan pemandangan perbukitan yang masih asri namun dekat ke akses Tol Sentul Selatan.
Sejarah perumahan di Sukaraja berubah drastis pada tahun 1990-an. Pembangunan Padang Golf Bogor Raya dan perumahan di sekitarnya menciptakan kantong hunian elit baru di selatan Jakarta. Di saat yang sama, Desa Cilebut bertransformasi dari kampung pertanian menjadi "kota asrama" raksasa seiring dengan modernisasi KRL Commuter Line, di mana sawah-sawah warga berubah menjadi ribuan unit perumahan sederhana hingga menengah.

Kalindo Land
MAS Group