Kecamatan Cileungsi memiliki luas wilayah 73,79 km² dengan populasi mencapai lebih dari 390.000 jiwa. Dahulu dikenal sebagai kawasan pinggiran yang macet dan berdebu, Cileungsi kini bertransformasi menjadi destinasi hunian favorit kelas menengah berkat beroperasinya Tol Cimanggis-Cibitung (Gerbang Tol Nagrak & Narogong). Aksesibilitas baru ini memangkas waktu tempuh ke Jakarta Selatan dan Cikarang secara signifikan, mendongkrak valuasi properti residensial di sepanjang Jalan Transyogi. Densitas hunian di kawasan kota mandiri (township) tertata rapi dengan rasio ruang terbuka hijau yang luas, menawarkan kualitas hidup yang jauh lebih baik dibandingkan pemukiman padat di pusat kota.
Dalam peta pencarian rumah dijual di Cileungsi Kabupaten Bogor, zonasi pasar terbagi berdasarkan pengembang besar. Metland Transyogi dan CitraLand Cibubur adalah zona premium untuk pencarian rumah cluster modern dengan fasilitas mal dan sekolah berkualitas. Kawasan Harvest City mendominasi pasar rumah menengah dengan konsep kota mandiri skala raksasa yang terjangkau. Di sisi lain, wilayah Situsari dan Gandoang menjadi basis utama pencarian rumah subsidi dan hunian pekerja industri karena harganya yang masih sangat kompetitif di bawah 200 juta rupiah.
Sejarah perumahan di Cileungsi bermula dari perumahan karyawan pabrik semen dan industri di Narogong pada tahun 1980-an. Transformasi menjadi kawasan real estate komersial dipicu oleh kesuksesan Kota Wisata Cibubur yang melebar ke wilayah Cileungsi (Ciangsana/Gunung Putri). Pada era 2010-an, pengembang raksasa seperti Ciputra dan Metland masuk dan mengubah lahan-lahan eks-kebun karet menjadi kota mandiri modern, menghapus stigma Cileungsi sebagai "kota pabrik" semata.

Kalindo Land
MAS Group