Kecamatan Babelan memiliki luas wilayah 63,60 km² dan menampilkan kontras pasar properti yang paling ekstrem di Bekasi. Di sisi selatan, Kota Harapan Indah (KHI) menawarkan standar hunian elit setara Kelapa Gading dengan infrastruktur kabel bawah tanah dan lingkungan hijau yang tertata. Di sisi utara, desa-desa seperti Kebalen dan Babelan Kota menjadi lautan perumahan terjangkau yang menampung ratusan ribu tenaga kerja komuter Jakarta dan Cikarang. Tingkat turnover properti residensial di sini sangat tinggi, menjadikannya pasar yang sangat likuid baik untuk segmen mewah maupun subsidi.
Dalam peta pencarian rumah dijual di Babelan Kabupaten Bekasi, zonasi pasar terbagi menjadi dua kutub. Cluster di Kota Harapan Indah (seperti Asera, Ifolia, Harmony) adalah zona premium mutlak untuk pencarian rumah mewah fasilitas lengkap dengan harga di atas 1,5 Miliar. Kawasan Kebalen dan Panjibuwono mendominasi pasar rumah komersial menengah (300-600 juta). Sementara wilayah Buni Bakti dan Muara Bakti masih menyediakan rumah subsidi yang menjadi solusi backlog perumahan nasional.
Sejarah perumahan di Babelan berubah total sejak Damai Putra Group mengembangkan KHI pada tahun 1990-an, mengubah lahan rawa dan tambak menjadi kota mandiri modern. Gelombang kedua terjadi pasca 2010, ketika pengembang-pengembang lokal membuka lahan pertanian di utara secara masif, menciptakan koridor pemukiman padat di sepanjang Jalan Raya Babelan yang kini dikenal sebagai salah satu jalur tersibuk di Bekasi.
