Pertumbuhan apartemen di Kabupaten Tangerang didorong oleh dua faktor utama: keberadaan pusat pendidikan tinggi di perbatasan Gading Serpong-BSD dan kebutuhan hunian praktis bagi ribuan manajer ekspatriat di kawasan industri Cikupa. Dengan harga tanah di Pagedangan dan Kelapa Dua yang sudah menyentuh angka belasan juta per meter, apartemen menjadi opsi hunian rasional bagi mahasiswa dan profesional muda. Kehadiran Stasiun KRL Cisauk yang terintegrasi skybridge dengan kawasan hunian vertikal juga menciptakan tren apartemen berbasis transportasi (TOD) yang sangat diminati.
Pemetaan pasar apartemen dijual di Kabupaten Tangerang terkonsentrasi di zona spesifik. Kelapa Dua dan Pagedangan adalah pusat apartemen mahasiswa karena lokasi kampus UMN, Prasetiya Mulya, dan Atma Jaya; pasar sewa di sini sangat likuid. Kawasan Lippo Karawaci (Curug/Kelapa Dua) menawarkan apartemen medis & lifestyle dekat UPH dan Supermal. Di sisi barat, Cikupa dan Panongan mulai bermunculan apartemen mid-rise yang menyasar segmen pekerja industri di kawasan Cikupa Mas dan Millenium.
Sejarah apartemen di sini tidak bisa dipisahkan dari pembangunan Lippo Village (Karawaci) pada awal 1990-an yang memperkenalkan konsep kondominium mewah pertama di Banten (seperti Amartapura). Tren ini kemudian meluas ke wilayah Gading Serpong dan BSD Tahap 2 pasca 2010, seiring dengan transformasi wilayah tersebut menjadi pusat pendidikan dan digital hub (seperti Apple Developer Academy dan kawasan perkantoran Digital Hub BSD).
