Profile

Belum Masuk

Masuk atau daftar buyer sekarang

Menu Navigasi

Titip Jual

Tanah di Bali

Tanah di Bali

Pilihan Tanah di Bali

Land Dijual
Rp 28 Juta

Tanah di Beachfront | Pantai Jerman | Kuta | Bali

Kuta, Badung

Tanah di Pantai Jerman, Beachfront, Kuta, Denpasar, Bali lokasi strategis untuk investasi properti. Dekat fasilitas wisata, kesempatan emas untuk Anda

LT 4.200 m²
Soni Astranto
Diperbarui 3 hari yang lalu
Soni Astranto Senior Marketing Executive | Commercial
Land Featured Dijual
Rp 25 Juta

Tanah di Jalan Dalung Permai, Badung, Denpasar, Bali

Kuta Utara, Badung

Tanah Dijual di Bali, Jalan Dalung Permai, Badung, Denpasar, Luas 3.000 m², SHM, akses mudah ke Canggu & Seminyak. Investasi properti menarik. Harga Nego!

LT 3 m²
Soni Astranto
Diperbarui 3 hari yang lalu
Soni Astranto Senior Marketing Executive | Commercial
Menampilkan 2 dari 2 properti

Tentang Kawasan Bali

Tanah di Bali adalah salah satu komoditas investasi paling dicari di dunia, dengan kenaikan nilai modal (capital gain) yang bisa mencapai 15-20% per tahun di area sunrise property. Dalam konteks luas wilayah 5.780 km², ketersediaan tanah dengan status Hak Milik (Freehold) semakin langka, terutama di pesisir selatan. Pasar tanah Bali didominasi oleh dua skema transaksi utama: Freehold (untuk WNI) dan Leasehold (Sewa Jangka Panjang 25-30 tahun, populer bagi investor asing). Satuan luas tanah di Bali umumnya menggunakan ukuran "Are" (1 Are = 100 m²), berbeda dengan daerah lain yang menggunakan meter persegi.

Optimasi pencarian tanah dijual di Bali sangat spesifik berdasarkan potensi pengembangannya. Canggu, Pererenan, dan Seseh adalah zona merah untuk pencarian tanah view sawah (rice field view) dengan harga premium. Kawasan Uluwatu dan Pecatu diburu untuk lahan tebing (cliff front) dan ocean view guna pembangunan resort mewah. Ubud (Tegalalang, Payangan) menjadi target tanah zona hijau untuk retreat yoga. Sementara investor spekulan mulai melirik Tabanan Barat (Kedungu) dan Negara sebagai kawasan pengembangan masa depan (next big thing) karena harga yang masih undervalued.

Sejarah agraria Bali berakar pada sistem Subak (pengairan sawah) yang diakui UNESCO. Namun, ledakan pariwisata telah memicu alih fungsi lahan masif dari pertanian ke akomodasi wisata. Sejak pembukaan akses pariwisata internasional di tahun 70-an, nilai tanah di Bali mengalami beberapa kali siklus lonjakan harga (boom), menjadikan tanah bukan lagi sekadar alat produksi pertanian, melainkan instrumen investasi finansial global yang bernilai tinggi.

Properti Dijual dan Sewa di Jabodetabek

Temukan properti impian Anda dengan pilihan terlengkap

Profile

Belum Masuk

Masuk atau daftar buyer sekarang

Menu Navigasi

Titip Jual