Rooma21 Blog

Belum login? Masuk untuk akses penuh

Pencarian

Akun

Login Daftar
Iklan
Iklan

Active Ageing: Ketika Pensiun Tidak Lagi Berarti Berhenti

05 March 2026
276 views
Active Ageing: Ketika Pensiun Tidak Lagi Berarti Berhenti

Silver Generation — Pergeseran Demografi dan Kekuatan Market (Series 2).

>”Dari masa istirahat menjadi masa desain ulang kehidupan”

Dunia Sedang Menua, Tapi Tidak Melemah

Jakarta, Rooma21,com – Penuaan populasi sering dipandang sebagai beban sosial. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan Ageing and Health menegaskan bahwa “population ageing is happening much faster than in the past,” dan pada tahun 2030 satu dari enam orang di dunia akan berusia 60 tahun ke atas. Jumlah kelompok usia ini meningkat dari sekitar 1 miliar pada 2020 menjadi 1,4 miliar pada 2030.

WHO juga menekankan bahwa banyak orang kini “live longer and healthier lives than previous generations.” Ini poin penting. Kita tidak sedang menyaksikan generasi yang melemah, tetapi generasi yang bertahan lebih lama dalam kondisi relatif sehat.

Dengan umur harapan hidup yang lebih panjang, fase kehidupan ikut bertambah. Masa setelah 60 tahun bukan lagi ruang kosong, melainkan periode baru yang aktif dan terstruktur.

banner cara cari rumah lebih cepat dan akurat, hanya di rooma21

Jepang: Super-Aging Society yang Tetap Produktif

Active Ageing Ketika Pensiun Tidak Lagi Berarti Berhenti

Jepang adalah laboratorium paling jelas dari fenomena ini. Laporan resmi Cabinet Office Jepang tahun 2024 menunjukkan bahwa 29,1% populasi telah berusia 65 tahun ke atas—proporsi tertinggi di dunia.

Namun angka yang sering luput dibahas adalah tingkat partisipasi kerja. Data pemerintah Jepang menunjukkan lebih dari 50% kelompok usia 65–69 tahun masih bekerja. Bahkan pada kelompok usia 70–74 tahun, partisipasi kerja tetap signifikan.

Baca Juga: Silver Economy Asia Tenggara 2035: Peluang & Risiko Properti

Banyak analis sosial Jepang mengaitkan fenomena ini dengan konsep ikigai—alasan untuk tetap merasa berguna dan memiliki makna hidup. Pekerjaan bukan semata kebutuhan ekonomi, melainkan bagian dari identitas dan koneksi sosial.

Di masyarakat yang menua cepat, lansia tidak otomatis tersingkir dari sistem ekonomi. Mereka beradaptasi.

Singapura: Active Ageing sebagai Kebijakan Negara

Active Ageing Ketika Pensiun Tidak Lagi Berarti Berhenti

Di Singapura, penuaan populasi ditangani secara sistemik. Ministry of Manpower dalam laporan Labour Force 2024 mencatat tingkat partisipasi kerja usia 65+ berada di atas 30%. Pemerintah tidak hanya mencatatnya sebagai statistik, tetapi meresponsnya melalui kebijakan.

Baca Juga: Silver Economy vs Generasi Muda Arah Properti Indonesia 2035

Kementerian Kesehatan Singapura menjelaskan dalam kerangka Ageing Well in the Community bahwa negara berupaya “enable seniors to age actively and independently in the community.” Silver Generation Office dibentuk untuk memastikan kelompok usia ini tetap terhubung dengan layanan kesehatan dan dukungan sosial.

Artinya, active ageing bukan sekadar fenomena sosial, tetapi strategi kebijakan.

Redefinisi Pensiun: Bukan Titik, Melainkan Transisi

Active Ageing Ketika Pensiun Tidak Lagi Berarti Berhenti

Di masa lalu, pensiun adalah garis akhir. Hari ini, pensiun lebih menyerupai fase transisi.

Sebagian orang memilih bekerja paruh waktu. Sebagian menjadi mentor, relawan, atau memulai usaha kecil. Banyak yang memperlambat ritme, bukan menghentikan peran.

Baca Juga: Tren Properti 2030: Struktur Pasar Ditentukan Siklus Hidup

Perubahan ini sejalan dengan temuan banyak studi demografi bahwa peningkatan umur harapan hidup menciptakan “fase kehidupan tambahan” antara usia 60–75 tahun yang relatif sehat dan produktif. Fase ini bukan usia tua dalam pengertian klasik, melainkan fase desain ulang hidup. Identitas tidak lagi ditentukan oleh jabatan, tetapi oleh kontribusi.

Digitalisasi dan Adaptasi: Generasi yang Tidak Tertinggal

Active Ageing Ketika Pensiun Tidak Lagi Berarti Berhenti

Salah satu asumsi keliru tentang generasi lanjut usia adalah ketertinggalan teknologi. Namun realitas menunjukkan adaptasi yang signifikan.

Di Jepang dan Singapura, penggunaan pembayaran digital dan layanan daring meningkat di kelompok usia lanjut. Banyak dari mereka belajar menggunakan aplikasi komunikasi, perbankan digital, hingga platform perjalanan.

Baca Juga: Silver Economy: Definisi, Penyebab & Dampak Global 2035

Silver generation hari ini tumbuh di era analog, tetapi menua di era digital. Mereka bukan generasi yang sepenuhnya digital-native, tetapi digital-adaptive. Kemampuan beradaptasi ini memperpanjang relevansi mereka dalam sistem ekonomi modern.

Umur Panjang, Pengaruh Panjang

Active Ageing Ketika Pensiun Tidak Lagi Berarti Berhenti

Ketika kelompok usia 60+ hidup lebih lama, tetap sehat, tetap bekerja, dan tetap terkoneksi secara sosial, maka durasi pengaruh mereka dalam masyarakat ikut memanjang. Ini bukan hanya isu kesejahteraan sosial. Ini adalah perubahan struktur kekuatan.

Jika generasi muda membawa inovasi dan dinamika baru, silver generation membawa pengalaman, jaringan, dan dalam banyak kasus stabilitas finansial. Kombinasi umur panjang dan kesehatan yang membaik membuat mereka tetap menjadi bagian aktif dari market.

Dan di sinilah fondasi seri ini menjadi semakin jelas.

Cari perumahan di Cinere? Temukan 5 rekomendasi terbaik yang asri dan punya akses strategis dekat Tol Desari & Cijago. Pilihan ideal untuk keluarga modern. Rumah di Cinere | perumahan mega cinere

>“Umur panjang bukan sekadar memperpanjang hidup, tetapi memperpanjang pengaruh dalam ekonomi dan masyarakat.”

banner cara cari rumah lebih cepat dan akurat, hanya di rooma21
Iklan
Bagikan:
Avatar Djoko Yoewono
Djoko Yoewono
Penulis Rooma21 187 artikel
Lihat Profil
Djoko Yoewono
+

Komentar

Memuat komentar...

Jangan Ketinggalan Info Properti Terbaru!

Dapatkan berita, tips, dan penawaran eksklusif langsung ke email Anda.