Rooma21.com,Jakarta – Mixed-Use Building adalah konsep pembangunan yang menggabungkan berbagai fungsi dalam satu bangunan atau kawasan. Biasanya, konsep ini mengintegrasikan hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik dalam satu lokasi. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan.
Keuntungan Mixed-Use Building
1. Efisiensi Lahan
Dengan keterbatasan lahan perkotaan, Mixed-Use Building memungkinkan pemanfaatan ruang secara maksimal.
2. Mobilitas Lebih Mudah
Penghuni dapat dengan mudah mengakses tempat kerja, pusat perbelanjaan, dan fasilitas lain tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
3. Meningkatkan Nilai Properti
Properti dengan konsep mixed-use cenderung memiliki nilai investasi yang lebih tinggi karena menawarkan berbagai fungsi dalam satu kawasan.
4. Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan
Mengurangi kebutuhan transportasi dan mendorong penggunaan fasilitas publik yang lebih efisien.
5. Meningkatkan Aktivitas Ekonomi
Keberadaan area komersial dalam satu bangunan menciptakan peluang bisnis baru dan meningkatkan ekonomi lokal.
Jenis-Jenis Mixed-Use Building
1. Vertical Mixed-Use
Menggabungkan berbagai fungsi dalam satu gedung bertingkat. Contohnya, lantai bawah digunakan untuk ritel, sementara lantai atas menjadi apartemen atau perkantoran.
2. Horizontal Mixed-Use
Memisahkan fungsi dalam beberapa bangunan yang berada dalam satu kawasan. Misalnya, perumahan di sebelah pusat perbelanjaan dan area perkantoran.
3. Live-Work Spaces
Konsep yang memungkinkan hunian dan tempat kerja dalam satu unit, cocok untuk pekerja lepas dan wirausahawan.
Contoh Penerapan Mixed-Use Building di Indonesia
1. Superblock di Jakarta
Kawasan seperti SCBD dan Podomoro City menerapkan konsep ini dengan menggabungkan perkantoran, apartemen, dan pusat perbelanjaan.
2. Kota Mandiri
BSD City dan Meikarta merupakan contoh kawasan yang mengusung konsep mixed-use dalam skala besar dengan berbagai fasilitas terintegrasi.
Tantangan dan Solusi dalam Pengembangan Mixed-Use Building
1. Perizinan dan Regulasi
Memerlukan aturan yang jelas dan fleksibel agar pengembang dapat mengoptimalkan konsep ini.
2. Pengelolaan dan Keamanan
Dibutuhkan manajemen yang baik agar berbagai fungsi dalam satu lokasi dapat berjalan harmonis.
3. Biaya Pembangunan yang Tinggi
Investasi awal yang besar perlu diimbangi dengan strategi pemasaran yang tepat agar konsep ini berhasil.

Komentar