Rooma21.com – Memiliki rumah seringkali menjadi impian banyak orang, namun realitas ekonomi seringkali membuat langkah ini tidak dapat diambil dengan cara tunai. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi opsi populer untuk mewujudkan impian memiliki rumah. Namun, pengambilan KPR harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan masalah finansial di masa depan. Salah satu langkah kunci adalah menghitung cicilan KPR agar sesuai dengan kemampuan finansial.
1. Hitung Penghasilan Bersih per Bulan
Langkah pertama adalah menghitung penghasilan bersih per bulan. Misalkan gaji Anda sebesar Rp 8.000.000, setelah dipotong pajak, biaya asuransi tenaga kerja dan iuran asuransi kesehatan penghasilan bersih Anda menjadi Rp 7.200.000.
2. Maksimal Cicilan 30% – 40% dari Penghasilan Bersih
Standar yang umumnya disarankan adalah alokasikan maksimal 30% – 40% dari penghasilan bersih untuk cicilan KPR. Dengan contoh di atas, maksimal cicilan per bulan dengan patokan 40% : 40% x Rp7.200.000 = Rp 2.880.000.
3. Hitung Jumlah Pinjaman yang Sesuai
Setelah mendapatkan nilai cicilan maksimal, langkah berikutnya adalah menghitung jumlah pinjaman yang dapat diangsur dengan cicilan tersebut, angsuran ini bergantung kepada besarnya suku bunga dan jangka waktu KPR.
Baca Juga : Memahami KPR ( Kredit Pemilikan Rumah ) Jenis dan syarat mengajukan
4. Bandingkan dengan Harga Rumah yang Dituju
Setelah mengetahui jumlah pinjaman maksimal, carilah rumah dengan harga sekitar Rp 180 juta agar cicilan dapat sesuai dengan kemampuan finansial. Hindari memaksakan diri untuk membeli rumah yang lebih mahal, karena ini akan meningkatkan risiko kesulitan membayar cicilan.
5. Hitung Kemampuan Keuangan Sebelum Mengajukan KPR
Sebelum mengajukan KPR, selalu hitung kemampuan keuangan secara cermat. Lakukan simulasi KPR untuk berbagai skenario, termasuk peningkatan suku bunga atau perubahan kondisi keuangan pribadi. Hal ini penting agar Anda dapat memastikan bahwa cicilan tetap terjangkau setiap bulan sepanjang jangka waktu kredit.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat memastikan bahwa pengambilan KPR dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Selalu perhatikan aspek-aspek ini agar kepemilikan rumah menjadi investasi yang memberikan kebahagiaan, bukan beban finansial.
Artikel ini ditulis oleh Katon Fajar Utomo
Komentar